Obama Minta Merkel Untuk "Tindakan Tegas" Pada Yunani

Washington (ANTARA) - Presiden AS Barack Obama menghubungi Kanselir Jerman Angela Merkel pada Rabu, dengan kedua pemimpin itu menekankan perlunya "tindakan tegas" untuk mengatasi spiral krisis utang Yunani, kata Gedung Putih.

Obama memisahkan diri dari peristiwa di Ohio, di mana ia telah menangani kesulitan ekonomi yang dihadapi Amerika, untuk menelepon Merkel tentang krisis yang mengancam tersebar di seluruh zona euro.

"Presiden Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel berbicara hari ini melalui telepon, satu dalam serangkaian konsultasi yang berlangsung antara sekutu dekat tentang isu-isu global," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

"Mereka membahas pentingnya tindakan tegas oleh Yunani dan dukungan tepat waktu dari IMF (Dana Moneter Internasional), dan Eropa untuk mengatasi kesulitan ekonomi Yunani. "

Pemerintahan Merkel telah berminggu-minggu menunjukkan keengganan untuk memberikan sebuah bailout terhadap Yunani karena perlawanan sengit domestik.

Tapi karena euro terpukul dalam beberapa hari terakhir dan utang Yunani diturunkan ke status "sampah", ketakutan bahwa krisis menyebar tampaknya telah memaksa Merkel untuk bertindak.

Pada margin dari pertemuan krisis dengan Dana Moneter Internasional dan Bank Sentral Eropa, Merkel pada Rabu mengatakan bahwa pembicaraan penyelamatan Yunani harus "dipercepat."

Komentarnya datang karena euro terpukul ke posisi terendah baru satu tahun dan Spanyol menjadi anggota zona euro terbaru untuk mengalami penurunan peringkat kredit.

Sementara Yunani bertindak untuk menghentikan operasi spekulan di bursa saham Athena, tingkat suku bunga yang harus dibayar untuk meminjam uang mencapai 11,1 persen, jejaknya hanya Pakistan dan Venezuela sebagai pembayar tertinggi bunga di dunia.

Perusahaan-perusahaan AS tidak dilihat sangat terkena kesulitan utang Yunani, tetapi ketidakstabilan di zona euro telah mengguncang pasar AS, mengakibatkan blue-chip Dow kehilangan lebih dari 200 poin pada Selasa.

Uni Eropa juga merupakan mitra dagang terbesar bagi Amerika Serikat.

Menurut Gedung Putih, "presiden dan menteri juga membahas terus-menerus upaya untuk mendukung perdamaian di Timur Tengah."

Hawking Telat, NASA Sudah Kirim Pesan ke Makhluk Asing

TEMPO Interaktif, London -Beberapa hari lalu, kosmolog Stephen Hawking mengatakan terlalu berisiko untuk mencoba mengontak makhluk asing. Tetapi imbauan Hawking terlambat. Ternyata Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sudah melakukannya.

NASA dikabarkan telah mengirim beberapa pesan ke luar angkasa untuk menghubungi makhluk asing. Akan tetapi, tidak dijelaskan bagaimana pesan tersebut dikirim.

Ahli astrobiologi NASA, Mary Voytek, mengatakan, "Kami siap menemukan berbagai jenis kehidupan dalam bentuk apapun."

NASA, yang dua tahun lalu menyiarkan lagu Beatles bertajuk Across The Universe ke luar angkasa, mendiskusikan strategi terbaru mereka untuk mencari kehidupan di luar bumi.

"Pencarian kehidupan (di luar angkasa) sangat penting untuk tindakan kami selanjutnya dalam mengeksplorasi sistem tata surya," ujar ilmuwan Cornell University Steve Squyres, kepala panel khusus di National Academy of Sciences yang menjadi penasihat NASA untuk misi-misi di masa mendatang.

Panel tersebut menelaah 28 misi yang mungkin dilakukan, dari Mars ke bulan atau Yupiter dan Saturnus. NASA sendiri fokus mencari kehidupan yang sederhana seperti bakteri di tata surya, ketimbang mengkhawatirkan soal kemungkinan makhluk asing berupaya menaklukkan bumi.

Beberapa hari lalu, Hawking mengatakan dalam sebuah acara di televisi bahwa kehadiran makhluk asing ke Bumi akan menjadi Christopher COlumbus tiba di Amerika, 'yang ternyata memiliki dampak buruk bagi warga asli Amerika'.

Hawking juga memperkirakan mayoritas makhluk asing mirip mikroba dengan kehidupan yang berpindah-pindah dan berniat menaklukkan daerah yang didatangi mereka.

Meski sebagian orang menilai mencoba berkomunikasi di luar angkasa dengan makhluk asing 'tidak berguna karena seperti berteriak di tengah hutan', Seth Shostak mengatakan, "Apakah kita selamanya mau bersembunyi di bawah batu? Menurut saya, itu bukan cara hidup yang bagus." Shostak adalah astronom senior dari SETI Institute, yang mencari makhluk asing.

Polisi Diperlukan Buat Lindungi Monster Loch Ness

London (ANTARA/Reuters) - Polisi Skotlandia pada 1930-an percaya keberadaan monster Loch Ness "tak perlu diragukan" dan bahkan berusaha melindunginya dari para pemburu.

Satu surat yang disiarkan oleh Arsip Nasional Skotlandia dari Kepala Polisi Inverness County William Fraser pada Agustus 1938 memperlihatkan polisi percaya satu-satunya langkah yang dapat mereka kerjakan untuk melindungi "Nessie" dari para pemburu ialah memberitahu orang bahwa pelestarian monster tersebut "diperlukan sekali".

Fraser menambahkan bahwa pasangan tertentu Peter Kent dan Miss Marion Stirling dari London bertekad untuk menangkap monster itu dan Kent telah memberitahu polisi setempat ia akan memiliki senapan harpun khusus untuk memburu monster tersebut.

"Bahwa ada makhluk yang sangat aneh di Loch Ness sekarang tampaknya tidak diragukan, tapi bahwa polisi memiliki wewenang untuk melindunginya sangat diragukan," tulis Fraser di dalam suratnya kepada Kantor Wakil Menteri di Skotlandia.

Fraser mengatakan ia telah memperingatkan Kent mengenai keinginan untuk tak mengganggu hewan itu.

"... Tetapi apakah peringatan saya akan memiliki dampak yang diingini atau tidak tetap masih harus dilihat," tambahnya.

Adam Lambert Berharap Gantikan Simon Cowell

Adam Lambert Berharap Gantikan Simon Cowell

Sejak Simon Cowell memastikan bahwa ia akan mundur dari posisi judge di AMERICAN IDOL muncul banyak prediksi tentang pengganti dari Mr. Nasty ini. Salah satu nama yang sempat disebut adalah Adam Lambert meski Adam sendiri mengaku tidak pernah dihubungi soal ini.

"Saya sering mendengar rumor ini - sayangnya, itu cuma rumor belaka. Tapi kalau seandainya ditawari, dengan senang hati saya akan menerimanya," ujar Adam seperti dikutip dari Splash News. Tentu saja ini juga hanya harapan karena Adam Lambert sadar kalau ia masih harus fokus pada dunia musik yang ia tekuni saat ini.

"Di titik ini, menurut saya, saya masih harus fokus pada karier saya sebagai artis rekaman, "lanjut Adam Lambert kemudian. Kembali ke soal harapan, Adam ternyata juga punya impian lain selain menggantikan Simon Cowell. Kalau ada yang berminat membuat kisah hidupnya jadi film, Adam berharap Leonardo DiCaprio yang akan dipasang sebagai aktor untuk memerankan dirinya. (spl/roc)

Perahu Nabi NUH. AS

VIVAnews - Dikisahkan, sekitar 4.800 tahun lalu, banjir bandang menerjang Bumi. Sebelum bencana mahadahsyat itu terjadi, Nabi Nuh -- nabi tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi, diberi wahyu untuk membuat kapal besar -- demi menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi lainnya.

Cerita tentang bahtera Nabi Nuh dikisah dalam berbagai buku, sejumlah film dan lain-lain. Sejumlah ahli sejarah dari berbagai negara sudah lama penasaran dengan kebenaran kisah ini.

Untuk membuktikan kebenaran cerita itulah, kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa perahu legendaris tersebut.

Kemarin, 26 April 2010 mereka mengumumkan mereka menemukan perahu Nabi Nuh di Turki. Mereka mengklaim menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.

Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk ke dalam perahu itu, mengambil foto dan beberapa specimen untuk membuktikan klaim mereka.

Menurut para peneliti, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang digambarkan dalam sejarah.

Jika klaim mereka benar, para peneliti Evangelis itu telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah.

"Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen," kata salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing, seperti dimuat laman berita Turki, National Turk, 27 April 2010.
Grup yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferensi pers yang diadakan Senin 26 April 2010 lalu.

Kepada media yang hadir saat itu, mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa tambang, paku, dan pecahan kayu.

Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah -- begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga keamanan hewan-hewan.

Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan situs ini ke UNESCO -- agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian perahu Nuh.

Awalnya, direncananya para arkeolog akan menggali perahu itu dan memisahkannya dari gunung. Namun, hal tersebut tak mungkin dilakukan, meski nilai sejarah penemuan ini sangat tinggi.
Diyakini, ketika air surut, perahu Nuh berada di atas Gunung. Meski tiga agama besar mengabarkan mukjizat Nabi Nuh, tak ada penjelasan sama sekali, di mana persisnya perahu itu menyelesaikan misinya.

Sejak lama penduduk lokal Turki yang tinggal di pegunungan maupun kota-kota lain percaya bahwa perahu Nabi Nuh berada di Gunung Ararat.

Apalagi, pilot pesawat temput Turki dalam sebuah misi pemetaan NATO, mengaku melihat benda besar seperti perahu di Dogubayazit, Turki.

Pada 2006, citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang diduga perahu Nuh itu adalah gunung yang dilapisi salju.

Beberapa ahli lain berpendapat bahwa sisa-sisa perahu Nuh menjadi bagian dari pemukiman manusia -- yang selamat dari bencana banjir bah.

Namun, peneliti yang mengklaim penemu perahu Nuh membantahnya. "Kami tak pernah menemukan ada manusia yang bermukim di ketinggian 3.500 meter dalam sejarah umat manusia."

Cuaca sangat dingin di ketinggian 4.000 meter itu oleh para penemu diyakini menjaga kondisi perahu Nuh selama ribuan tahun.

SMP NEGERI 1 TANGERANG

jln daan mogot no 51 tangerang

Edgar Mitchell, Astronot yang Percaya UFO

VIVAnews - Keberadaan mahluk luar angkasa atau UFO terus jadi misteri besar. Ada yang percaya ada juga yang sangsi.

Di antara mereka yang percaya ada Edgar Mitchell. Dia bukan orang biasa, Mitchell adalah satu dari sedikit orang yang pernah pergi ke luar angkasa. Pria kelahiran 1930 itu seorang astronot.



Dengan menaiki pesawat Apolo 14, Mitchell mencatat sejarah sebagai manusia keenam yang menginjakkan kaki ke Bulan. Dia bahkan menghabiskan waktu selama 9 jam di permukaan bulan pada 6 Februari 1971.

Mitchell memiliki dua gelar sarjana dan gelar doktor aeronautika dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT).

Pada 23 Juli 2008, pengakuan mengejutkan ke luar dari mulut Mitchell. Dalam sebuah acara radio di Inggris, dia mengaku percaya ada kehidupan lain di luar Bumi.

"Ya, tak ada lagi yang patut dipertanyakan soal apakah ada kehidupan lain di alam semesta. Saya sangat yakin kita, manusia, tak sendirian," kata Mitchel saat itu, seperti dimuat laman Telegraph, 26 Juli 2008.

Kata-kata Mitchell sangat mengejutkan. Bahkan penyiar yang mewawancarainya terdengar menghirup nafas tajam -- ekspresi keterkejutan.

Tak hanya sampai di situ kejutan Mitchell. Dia mengatakan, menurut infomasi yang dia peroleh, alien bahkan telah mengunjungi Bumi atau setidaknya mengirim sinyal ke Bumi.

"Alien telah mengunjungi Bumi, fenomena UFO adalah nyata -- meski pemerintah sengaja menutup-nutupi hal ini selama 60 tahun terakhir," kata Mitchell.

Karena Mitchell adalah seorang astronot, banyak orang tak meragukan pendapatnya. Kata mereka, Mitchell tak mungkin bohong.

Apa tanggapan NASA? "Nasa tidak pernah melacak keberadaan UFO," kata Badan Antariksa Amerika Serikat itu dalam rilisnya.

Di laman NASA, apa yang diungkapkan Edgar Mitchell juga banyak ditanyakan.

Ilmuwan Senior NASA, David Morrison memberi jawaban atas banyak pertanyaan ini.

"Sejauh yang saya tahu, tak ada astronot NASA yang mengklaim pernah melihat UFO ketika terbang ke angkasa."

"Untuk kasus Edgar Mitchell, astronot Apolo 14 yang pergi ke Bulan, dia mempercayai laporan-laporan penglihatan UFO atau alien, namun dia tidak pernah melihat sendiri."